Welcome Guest. Please Login or Register. Jan 1, 2010, 1:18pm
Untuk dapat memposting dalam komunitas ini, silahkan anda register terlebih dahulu. Notifikasi Pasword dan username keanggotaan Anda, akan kami kirimkan melalui email Anda
hidup = lahir, mengenal, berjuang, memberontak, merdeka, mati
tirai kelabu mengalun perlahan dentum kerasnya ik lantang dua jam berganti fajar merangkak perlahan dari ufuk barat
mereka melihat, mendengar harmonisa membeku, sirna kebusukan langkah tampak dalam spektrum kebaikan tercerca, tak lagi mengalun
gelap, terang, hitam, putih, semua berelegi
lahir keluar dari lubang becek, darah, perjuangan harapan atau ancaman
mengenal melihat, mendengar, merasa, meraba, melanglang mencari entah apa
berjuang terdoktrin, idealis, aspirasi peluh menetes deras lelah, tapi tetap bagaimanapun caranya demi tujuan dalam kotak
memberontak berani, emosi, marah, senjata otak yang suda di titik klimaks raga yang mulai gusar hati telah membusuk, tak lagi diam ditunggangi kepentingan orang tanpa sadar
merdeka bebas, pesta, tanpa aturan, terserah berdansa diatas rampasan pertarungan berenang di kolam darah pekat darah siapa saja, ntahlah segar
mimpi, harapan, masa depa, dan cita-cita, kebencian, dendam, iri, dan kegelapan, cinta, sayang, dan empati sejarah, masa lalu, kenangan, dan trauma semua berelegi lalu berjalan menjauh, remang, gelap,
MENCARI PENULIS « Result #2 on Dec 10, 2009, 10:10pm »
Maaf kalau salah menempatkan posting.
Saya mengalami rentetan kejadian yang unik sekitar 2 tahun kebelakang, ini berkaitan dengan suatu dunia mistik tapi merupakan sumber pencerahan jika bisa disebarluaskan kepada publik dalam bentuk buku. Acara-acara dalam kejadian yang saya alami saya rekam secara audio, dan dari rekaman2 itulah saya ingin ada seseorang yang membantu saya menulis buku. Bagi yang berminat silahkan mengirim email ke cakra88@yahoo.com saya tinggal di bandung.
Gema indah Kuping pecah Mata pilu Muka membiru Mayat kembali Tanpa birahi Gunung berjalan Laut berlari Nyali kencur Badan hancur Cerai-berai Dianai-anai Tersibak kelam Hari kelabu Siluman malam, Bangun menggerutu ...
hidup ini seperti kaca kadang angkuh kadang begitu rapuh saat kenyataan tak selaras dengan keinginan hati aku tetap berdiri bukan berlari di saat esok hari aku melangkah dengan hanya,,,,,,, sendiri ,,,,,
kudapati diriku tengah sendiri menatap bingkai foto tak bertuan tak pernah percaya kau telah tiada
kurayu masa untuk kembali kutukar waktu dengan sisa usiaku sekalipun itu bisa , , , (mungkinkah) kau tetap tiada,,,
kau tak mungkin kembali aku paksa untuk sadari,,,,
Re: new comer « Result #8 on Oct 1, 2009, 7:43pm »
Aku tidak tahu, aku mulai melangkahkan kakiku yang kanan atau yang kiri. Ketika aku langkahkan kakiku yang kiri terasa ada sebuah duri kecil menusuk dan angin panas menghembus tubuhku yang lemah karena aku baru saja sakit demam, yang sebenarnya belum sembuhbenar tetapi aku paksakan untuk berjalan, hanya sekedar mengisi waktu-waktu yang terbuang sebelumnya. Aku tak tahu apakah aku memulai dengan cara yang salah dan berharap ada seseorang yang menegur aku ketika aku melakukan itu.
Setelah agak jauh melangkah, dalam sepinya hari dan siang yang terik dan badan yang masih loyo, aku duduk istirahat di bawah pohon kelapa dan berharap tidak ada kelapa yang jatuh ke kepalaku yang akan menambah berat beban sakitku. Sebelumnya aku lihat ke atas, rasa-rasanya buah kelapanya masih muda-muda dan tidak mungkin akan jatuh menimpa tubuhku. Dengan tiupan angin yang bertiup semilir, yang membuatku tertidur dan bermimpi, nun di atas sana ada sebuah layang-layang putus, tetapi aneh, tak seorang anak-pun yang mengejarnya, padahal biasanya ada dua sampai empat orang yang mengejar dengan bambu kecil yang agak panjang. Aku berusaha mengejar layang-layang itu, tiba-tiba aku terbagun merasakan seperti ada yang menyiramkan setitik air ke arah mukaku, aku periksa, sepertinya air kencing seekor tupai yang memang aku lihat sedang berusaha menggerogoti sebuah kelapa muda, untung bukan kelapanya yang jatuh menimpaku, kalau ya, nggak tau aku, apakah aku masih ada hari ini, untuk melanjutkan hari-hariku bersama matahari pagi, siang, sore, bersama bulan dan bintang gemintang di malam hari. Selamat tinggal kenangan hari ini, aku tinggalkan kau di batas mimpi dan jagaku.
sajak kapitalis « Result #9 on Sept 28, 2009, 3:43pm »
kawan... kubacakan sajak di depan dewa-dewa kulantunkan kidung rasa yang terpenjara kucabikkan irama dahsyat hanya untuk mengusir debu... aku terkarantina
sponsor : www.duniasastra.com , www.bisnisportal.com , www.planetcinta.com
Forum ini bersifat universal humanis, tidak mewakili golongan tertentu,
Ketentuan Umum :
1. Dilarang memposting hal-hal bersifat SARA.
2. Dilarang memposting Produk MLM dan sejenisnya.
3. Admin tidak bertanggung jawab terhadap hal-hal yang terjadi diluar Forum ini.
Ketentuan ini mengikat kepada seluruh anggota maupun guest tanpa kecuali. Kami berhak mendelete dan mengeluarkan anda dari forum apabila anda melanggarnya.