Forum Dunia Sastra
« AMIR HAMZAH »

Welcome Guest. Please Login or Register.
Jan 1, 2010, 1:21pm



Untuk dapat memposting dalam komunitas ini, silahkan anda register terlebih dahulu. Notifikasi Pasword dan username keanggotaan Anda, akan kami kirimkan melalui email Anda

Forum Dunia Sastra :: General :: Biography Sastrawan :: AMIR HAMZAH
   [Search This Thread][Send Topic To Friend] [Print]
 AuthorTopic: AMIR HAMZAH (Read 37 times)
muharomtatok
New Member
*
member is offline





Joined: Jun 2009
Gender: Male
Posts: 2
Karma: 0
 AMIR HAMZAH
« Thread Started on Jun 4, 2009, 1:40am »

Tengku Amir Hamzah yang bernama lengkap Tengku Amir Hamzah Pangeran Indera Putera, lahir di Tanjung Pura, Langkat Sumatera Utara, 28 Februari 1911 – wafat di Kuala Begumit (Sumatera Utara), 20 Maret 1946 pada umur 35 tahun adalah seorang sastrawan Indonesia angkatan Pujangga Baru. Ia lahir dalam lingkungan keluarga bangsawan Melayu (Kesultanan Langkat) dan banyak
berkecimpung dalam alam sastra dan kebudayaan Melayu.

Amir Hamzah bersekolah menengah dan tinggal di Pulau Jawa pada saat pergerakan kemerdekaan dan rasa kebangsaan Indonesia bangkit. Pada masa ini ia memperkaya dirinya dengan kebudayaan modern, kebudayaan Jawa, dan kebudayaan Asia yang lain.

Dalam kumpulan sajak Buah Rindu (1941) yang ditulis antara tahun 1928 dan tahun 1935 terlihat jelas perubahan perlahan saat lirik pantun dan syair Melayu menjadi sajak yang lebih modern. Bersama dengan Sutan Takdir Alisjahbana dan Armijn Pane ia mendirikan majalah Pujangga Baru (1933), yang kemudian oleh H.B. Jassin dianggap sebagai tonggak berdirinya angkatan sastrawan Pujangga Baru.

Kumpulan puisi karyanya yang lain, Nyanyi Sunyi (1937), juga menjadi bahan rujukan klasik kesusastraan Indonesia. Ia pun melahirkan karya-karya terjemahan, seperti Setanggi Timur (1939), Bagawat Gita (1933), dan Syirul Asyar (tt.).

Amir Hamzah tidak hanya menjadi penyair besar pada zaman Pujangga Baru, tetapi juga menjadi penyair yang diakui kemampuannya dalam bahasa Melayu-Indonesia hingga sekarang. Di tangannya Bahasa Melayu mendapat suara dan lagu yang unik yang terus dihargai hingga zaman sekarang.

Amir Hamzah terbunuh dalam Revolusi Sosial Sumatera Timur yang melanda pesisir Sumatra bagian timur di awal-awal tahun Indonesia merdeka. Ia wafat di Kuala Begumit dan dimakamkan di pemakaman Mesjid Azizi, Tanjung Pura, Langkat. Ia diangkat menjadi Pahlawan Nasional Indonesia.

Link to Post - Back to Top  IP: Logged
   [Search This Thread][Send Topic To Friend] [Print]

sponsor : www.duniasastra.com , www.bisnisportal.com , www.planetcinta.com Forum ini bersifat universal humanis, tidak mewakili golongan tertentu, Ketentuan Umum : 1. Dilarang memposting hal-hal bersifat SARA. 2. Dilarang memposting Produk MLM dan sejenisnya. 3. Admin tidak bertanggung jawab terhadap hal-hal yang terjadi diluar Forum ini. Ketentuan ini mengikat kepada seluruh anggota maupun guest tanpa kecuali. Kami berhak mendelete dan mengeluarkan anda dari forum apabila anda melanggarnya.
Google
Webduniasastra.proboards.com
Click Here To Make This Board Ad-Free


This Board Hosted For FREE By ProBoards
Get Your Own Free Message Boards & Free Forums!