| Author | Topic: new comer (Read 73 times) |
saya Guest
|  | new comer « Thread Started on Jun 4, 2008, 2:51pm » | |
hiiii.....semua gw pendatang baru niy ,,, mo bellajar coret2 disini mohon bimbingannya
| |
|
benny Guest
|  | Re: new comer « Reply #1 on Jun 4, 2008, 3:23pm » | |
semua yg disini masih pd belajar kok....
| |
|
小柴 綺ŵ New Member
 member is offline
![[avatar]](http://img132.imageshack.us/img132/4302/26346rg0.jpg)
Koshiba Shoujo Jikenbou
Joined: Sept 2009 Gender: Female  Posts: 1 Location: Medan Karma: 0 |  | Re: new comer « Reply #2 on Sept 2, 2009, 4:23pm » | |
Konnichiwa... I'm new-comer... Yoroshiku onegai itashimasu!
| 小柴 綺里 Koshiba Kiri |
|
subagio New Member
 member is offline
Joined: Oct 2009 Gender: Male  Posts: 1 Karma: 0 |  | Re: new comer « Reply #3 on Oct 1, 2009, 7:43pm » | |
Aku tidak tahu, aku mulai melangkahkan kakiku yang kanan atau yang kiri. Ketika aku langkahkan kakiku yang kiri terasa ada sebuah duri kecil menusuk dan angin panas menghembus tubuhku yang lemah karena aku baru saja sakit demam, yang sebenarnya belum sembuhbenar tetapi aku paksakan untuk berjalan, hanya sekedar mengisi waktu-waktu yang terbuang sebelumnya. Aku tak tahu apakah aku memulai dengan cara yang salah dan berharap ada seseorang yang menegur aku ketika aku melakukan itu.
Setelah agak jauh melangkah, dalam sepinya hari dan siang yang terik dan badan yang masih loyo, aku duduk istirahat di bawah pohon kelapa dan berharap tidak ada kelapa yang jatuh ke kepalaku yang akan menambah berat beban sakitku. Sebelumnya aku lihat ke atas, rasa-rasanya buah kelapanya masih muda-muda dan tidak mungkin akan jatuh menimpa tubuhku. Dengan tiupan angin yang bertiup semilir, yang membuatku tertidur dan bermimpi, nun di atas sana ada sebuah layang-layang putus, tetapi aneh, tak seorang anak-pun yang mengejarnya, padahal biasanya ada dua sampai empat orang yang mengejar dengan bambu kecil yang agak panjang. Aku berusaha mengejar layang-layang itu, tiba-tiba aku terbagun merasakan seperti ada yang menyiramkan setitik air ke arah mukaku, aku periksa, sepertinya air kencing seekor tupai yang memang aku lihat sedang berusaha menggerogoti sebuah kelapa muda, untung bukan kelapanya yang jatuh menimpaku, kalau ya, nggak tau aku, apakah aku masih ada hari ini, untuk melanjutkan hari-hariku bersama matahari pagi, siang, sore, bersama bulan dan bintang gemintang di malam hari. Selamat tinggal kenangan hari ini, aku tinggalkan kau di batas mimpi dan jagaku.
| |
| |
|